Minggu, 09 Desember 2012

Cassava

Kandungan protein daun singkong ternyata sangat tinggi. Secara umum,
dalam berat yang sama dengan berat telur, berat protein (nabati) yang
dikandung daun singkong lebih kurang sama dengan yang dikandung telur.
Hasilpenelitian terhadap 150 jenis ketela pohon yang diteliti,
jenis-jenis ketela yang kandungan protein dalam daunnya tergolong
paling rendah, pun masih mengandung lebih dari 60% macam asam amino
esensial. Namun, daun ketela pohon ternyata juga mengandung racun,
yang dalam jumlah besar cukup berbahaya. Racun ketela yang selama ini
telah kita kenal baik adalah sianida, yang bila mengkonsumsi pada
jumlah besar akan mengakibatkan kepala pening-pening, mual, perut
terasa perih, badan gemetar, bahkan pingsan.
Namun keberadaan zat kimia ini pada jumlah yang membahayakan hanya
terdapat pada ketela-ketela yang memang termasuk ketela berracun saja.
Jenis racun yang selalu ada dalam daun semua jenis ketelah adalah
linamarin. Racun ini paling banyak terdapat di kulit ketela, kemudian
di kulit batang, dan terakhir di daun. Untungnya, kulit ketela dan
batang belum `lumrah' dikonsumsi masyarakat kita. Dalam tubuh, racun
ini mengikat lemak, baik yang ada dalam darah meupun dalam daging.
Cara paling aman memasak daun ketela pohon adalah dengan meremas-remas
atau memotong-motong daun ketela sebelum dimasak, biarkan selama 5 -
10 menit agar agak layu, lalu direbus dan tambahkan minyak kelapa,
bawang putih, ikan, daging, atau telur seberat satu per dua puluh
sampai satu per tiga puluh berat daun ketela yang dimasak. Dengan cara
tersebut bukan hannya menghilangkan racun, tetapi akan menambah
nutrisi juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar